Perang Dengan Monster Batu Raksasa

cerita ini dimulai dua hari yang lalu tepatnya tanggal 12 maret 2018, peristiwa yang terjadi di malam hari itu membuat saya kepikiran setiap hari, sampai pada akhirnya saya menulisnya di blog ini.

kala itu saya tiba-tiba terbangun disebuah tempat asing seperti berada disebuah padang gersang berbatu dan hanya ada beberapa orang yang sempat saya liat. tidak ada yang tau dimana dan nama lokasi ini, kenapa saya bisa sampai disini. di ujung sana saya melihat ada sebuah lubang raksasa seperti sebuah sumur.

entah kenapa hanya beberapa saat, ada banyak orang berlalu lalang, mereka seperti orang-orang dijaman purba, memakai baju dari kulit binatang dan peralatan yang terbuat dari batu. dan ketika itu mereka mulai membangun sebuah pondok. saya ikut bergotong royong dalam pondok tersebut. membangun rumah, tempat istirahat dan membangun alat pertahanan berupa ketapel batu, sebuah alat untuk melempar batu. belum tau tujuanya buat apa pada saat itu. kenapa alat ini dibuat?

tiba-tiba hanya jeda beberapa detik, terdengar sebuah ledakan yang begitu amat besar, ada sebuah benda yang jatuh dari langit di sekitar pondok, benda itu ternyata sebuah batu besar. tapi bukan meteor melainkan lontaran yang bersumber dari sebuah lubang besar yang saya sebut sumur itu. orang-orang mulai berlarian, berteriak-teriak dan ada yang menyeru untuk merapat ke sebuah lapangan,  tempat yang tadinya dibangun alat ketapel batu.

para wanita disuruh berlindung di tempat yang aman, entah berlindung dibalik tembok atau kah di balik sebuah gunung, tapi memang saat itu saya seperti melihat ada sebuah tembok besar yang menjulang tinggi.

saya pun melihat dari kejauhan ada sebuah makhluk yang aneh keluar dari lubang besar itu , seperti monter raksasa, ya tubuhnya besar dan mengerikan, seluruh tubuhnya berwarna coklat gurun seperti batu gunung berwarna coklat.

monster itu mengeluar senjata dalam bentuk batu-batu yang besar dan dijatuhkan di area pondok yang meluluh lantangkan area pondok kami, hingga waktu menjelang petang, orang-orang tetap bertahan, menunggu kesempatan untuk menyerang. tapi ada hal yang saat itu tidak kami sadari, kami melawan monter batu raksasa dengan senjata ketapel yang juga berisi batu. saya pikir cara tersebut tidak akan mampu mengalahkan monter yang terlalu besar.

kami mulai melemah alat ketapel tersebut tidak bisa kami andalkan dan akhirnya kami berlari menuju tempat yang aman, saya juga berlari mencari tempat perlindungan, dan entah kenapa saya tiba disebuah kampung dengan rumah-rumah kuno jawa, disitu saya  berlindung disebuah rumah seperti gudang kayu, saya bertemu dengan seorang kakek, tidak sempat berkenalan, kakek itu memberikan saya sebuah senjata panah yang sudah tua pula.

anehnya ketika senjata itu saya pegang, sepertinya sudah terlalu lama tidak digunakan, sehingga keliahatan rapuh dan tidak mungkin saya melawan monter tersebut dengan sebuah senjata yang lemah ini.

kakek memberikan satu anak panah kepada saya, dan menyuruh saya untuk memanah ke arah monster tersebut. ketika saya tarik anak panah itu, sepertinya panah ini tidak kuat menahan tarikan saya, sehingga ayunan ini pasti tidak akan mematahkan panah dan pasti tidak akan sampai ke arah monter tersebut.

saya pun berlari kembali menuju tempat persembunyian, disebuah tempat persembunyian saya pun melihat monster itu semakin dekat dengan area persembunyian saya, seperti tau keberadaan saya dan ingin memakan hidup-hidup saya pada saat itu.

ada hal aneh ketika saya sembunyi, di sekeliling saya ternyata ada orang-orang yang berkulit abu-abu lumpur dan pucat, seperti bukan manusia, saya melihat ada dua monster kecil berbadan seperti alien yang membawa sebuah ember berisi sebuah makanan dari buah-buahan. sepertinya monster kecil itu pesuruh dari monster batu raksasa yang mencoba menyelinap ke perkampungan.

dari kejauhan, saya melihat orang-orang kampung memakan buah yang dibawa oleh alien tersebut, dan hal aneh terjadi, semua orang yang memakan buah tersebut berubah seperti alien.

saat itulah saya mulai menyadari bahwa mereka direkrut oleh monster-monster pesuruh raksasa untuk menjadi bagian dari mereka dengan cara memakan buah-buahan yang diabawanya, saya pun mulai mendekat dan mulai melemparkan sebuah batu yang ada disekitar untuk melawan mereka, dan salah satu batu yang saya lempar mengenai salah satu dari mereka. dan tiba-tiba salah satu dari mereka pun musnah.

lanjut, saya pun mencari orang-orang yang terlanjur memakan buah itu, saya pun melihat ada orang yang baru saja memakan buah tersebut, dan langsung saya lempari orang itu dengan batu. tapi apa yang terjadi, orang itu malah memarahi saya.

dia bilang “hai mas kenapa saya dilempari batu?” kata orang itu sambil nada keras terhadap saya. “bapak ikut bagian dari monster kalau makan buah itu” jawab saya, “saya makan buah ini karena saya lapar, kenapa kamu lempar saya dengan batu” jawab bapak itu.

Berbeda dengan yang pertama tadi saya lempar batu dan langsung musnah, bapak yang satu ini memiliki tenaga yang sangat kuat, tapi bapak tersebut masih merasa sebagai manusia. lalu sempat terfikir dan ada bisikan untuk mengajak bapak ini dan orang-orang yang juga baru saja memakan buah-buah dari alien untuk melawan monster batu raksasa.

“ajaklah orang-orang ini melawan monster, karena ini adalah kunci kelemahan monster batu raksasa” kalau ga salah seperti itu bisikannya. saya pun mulai keluar dari sebuah ruangan dan apa yang saya liat, tiba-tiba ada suara mesin-mesin berdatangan, sebuah tank, pesawat tempur tiba dilokasi tersebut dan mulai menembaki monter tersebut.

belum sempat saya berkenalan dengan salah satu kapten komando militer, tiba-tiba saya terbangun, tepat jam setengah tujuh pagi. teman saya mambangunkan saya dari tidur. ah ternyata semua ini hanya mimpi. sayapun mulai beraktifitas di hari itu. sungguh aneh yang terjadi pada malam itu.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: